Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen melimpah kegiatan tahunan warga Desa Teras Nawang bersama Pemerintah Desa dan Para Lembaga Desa menggelar kegiatan syukuran abis panen atau Pemung Bangen Lepa Ajau menjadi momen istimewa bagi para petani dan masyarakat desa Teras Nawang, Sabtu (8/7/2024).
Suasana syukur dan sukacita ini turut dihadiri langsung Bapak Gubernur Kaltara, Dr. (H.C.) H. Zainal A Paliwang, M.Hum., bersama Bapak Wagub Dr. Yansen TP,
M.Si ,
Ketua TP-PKK Kaltara Ibu Hj. Rachmawati Zainal, S.H, dan Para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para petani.
Gubernur dan Wakil Gubernur menyampaikan rasa syukur atas panen berlimpah yang diraih oleh para petani Desa Teras Nawang.
Mengawali sambutannya Gubernur mengapresiasi acara syukuran yang menampilkan kekompakan dan gotong royong diselenggarakan warga desa teras nawang. “Syukuran selesai panen merupakan bukti bahwa warga desa sangat mencintai produk pertanian dan produk lokal yang telah dihasilkan,” katanya.
Gubernur mengatakan acara ini telah menjadi warisan turun-temurun berapa pun hasil panen tiap tahunnya, banyak atau pun sedikit wajib bagi warga untuk memberikan ucapansyukurnya dengan tetap bersyukur kepada Tuhan.
Gubernur menegaskan pentingnya rasa syukur atas hasil panen. Ia menyampaikan bahwa rasa syukur ini tidak hanya diwujudkan melalui doa dan ucapan terima kasih, tetapi juga dengan terus menjaga dan merawat alam serta meningkatkan kualitas hasil panen di masa depan.
Rahmawati memberikan kesannya terhadap pesta panen yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat secara gotong-royong tersebut. "Ini harus dijaga karena kegiatan ini dilaksanakan, baik saat panen sukses ataupun tidak, sebagai bentuk bersyukur terhadap berkat Tuhan," ucap Rahmawati. tema “Pemong Bangen Lepa Ajau” atau dapat diartikan ucap syukur kepada Tuhan menjadi cerminan rasa bersyukur masyarakat dengan apapun hasil pertanian yang mereka peroleh dari alam dan kerja keras mereka selama satu tahun bertani.
"Acara ini bisa menjadi objek pariwisata, jadi harus tetap dijaga. Mereka juga tadi bercerita telah menemukan inovasi agar mampu bertani dikondisi perkampungan yang rawan terendam air," ucapnya
Memindahkan masyarakat dari satu tempat ke tempat yang lainnya bukanlah solusi yang mudah, alasan historis serta kultur dan budaya masyarakat setempat tentu akan menjadi tantangan. Rahmawati terkesan akan semangat bertani masyarakat Teras Nawang, ditengah tantangan tersebut masyarakat masih bisa menikmati hasil pertanian yang subur.
"Walaupun rawan terendam air, tapi bisa menghasilkan beras, kacang-kacangan dan rasa gotong royong yang luar biasa yang bisa kita lihat bagaimana mereka menikmati hasil panen mereka dengan makan bersama-sama menjadi berbagai menu," tambahnya.